Kontrol atau Kendali?

Pada kuliah minggu lalu, ada satu hal yang sangat menarik diperbincangkan oleh dosen saya. Hal yang diperbincangkan sebenarnya sangat sederhana yaitu tentang penggunaan kata kontrol dan kendali.

Asal kata kontrol dan kendali sebenarnya sama berasal dari bahasa Inggris yaitu control. Kata control memang terjemahannya bisa berarti kendali, namun di dalam teori kontrol (control theory), pemakaian kata kendali masih belum pas.

Dalam teorinya, kontrol didefinisikan lebih luas daripada kendali. Kontrol terhadap suatu sistem dapat berupa regulation, tracking, servo, dan command-following. Beda semua definisi kontrol tersebut terdapat pada set point masing-masing. Regulation mempunyai set point yang tetap, sedangkan set point pada tracking berubah-ubah sesuai fungsi waktu. Pada command-following, variabel sistem dibuat mengikuti keluaran yang diinginkan. Servo dan command-following pada prinsipnya hampir sama namun fungsi pada command-following lebih sederhana. Kata kendali sendiri sebenarnya lebih cocok dikaitkan dengan konsep servo. Jadi dapat dipahami kan sebenarnya penggunaan kata yang lebih tepat itu kontrol, bukan kendali. 🙂

Hal yang sama pun terjadi pada kata robustRobust adalah suatu konsep teori kontrol yang terkenal dengan kehandalannya terhadap ketidakpastian sistem. Banyak yang beranggapan robust dapat digantikan dengan kata tegar/kokoh dalam bahasa Indonesia, padahal (sekali lagi) itu kurang pas juga. Robust itu seperti tegar namun memilik kefleksibelan di dalamnya. (lain kali akan saya coba bahas lebih mendalam.. 😀 )

Sebenarnya saya tidak ingin membuat bingung sih.. hehe  Cuma beranggapan saja, tidak selamanya kata-kata dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi tepat. Adakalanya kata asing (tidak cuma bahasa Inggris ya..) tersebut lebih baik diserap dan dilakukan penyesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sering terjemahan yang kurang pas membuat kita semakin kurang memahami maksud yang terkandung di dalamnya.

Jadi mulai sekarang gunakan kata kontrol ya.. haha

Advertisements

P & ID

Piping and Instrumentation Diagram (P&ID) merupakan gambaran teknis dari sebuah proses industri.  Sesuai namanya, pada P&ID digambarkan jalur perjalanan proses yang terjadi pada suatu pabrik lengkap dengan unit operasi dan  perangkat instrumentasinya. Unit operasi itu bisa saja berupa tangki, kolom distilasi, recuperator, dan sebagainya. Dari P&ID inipun bisa diketahui metode kontrol yang digunakan pada unit operasi tersebut. Bahkan jika cukup jeli, kita bisa mengetahui safety dari pabrik tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa P &ID adalah operating manual  dari sebuah pabrik. Jadi, bisa dibayangkan ya betapa powerful nya kalau kita mengerti P&ID.. 😀

Untuk membuat P&ID pun ada acuannya, yaitu standar internasional ISA seri 5.1. Hal ini bertujuan agar penggambaran menjadi seragam dan bisa dimengerti siapapun.

Contoh P&ID

Gambar diatas merupakan sebuah contoh P&ID yang saya dapatkan dari slide kuliah. Jika dilihat sekilas, P&ID ini menggambarkan proses pencampuran dua cairan/fluida. Pencampuran itu dilakukan dalam sebuah tangki reaktor (mixed batch reactor).

Nah, kini mari kita telusuri lebih dalam lagi 😀
Pada gambar ada 2 buah cairan A dan B, kedua cairan ini bisa saja berbeda temperatur atau berbeda densitas (mungkin minyak dan air). Pada garis A terlihat  2 garis vertikal pendek, nah itu simbol orifice (sejenis flowmeter). Dari orifice akan terukur beda tekanan antara sebelum dan sesudah melewati orifice (upstream dan downstream) dan dari data itu bisa didapatkan kecepatan aliran  A.

FT menyatakan flow transmitter yang mengirimkan sinyal hasil pengukuran flow ke FY (bisa berupa I/P converter) dan sinyal diteruskan ke FIC (flow indicator controller). Berdasarkan data kecepatan aliran tersebut, FIC akan mengontrol seberapa besar bukaan yang pas untuk control valve. Jika kecepatan aliran terlalu tinggi, maka bukaan valve akan diperkecil agar fluida yang masuk ke tangki debitnya tidak terlalu besar. Sebaliknya jika kecepatan aliran terlalu rendah, bukaan valve akan diperbesar. Proses yang terjadi pada cairan B kurang lebih sama.

Setelah masuk ke dalam tangki, kedua cairan akan diaduk menggunakan agitator (yang mirip baling-baling). Apabila pencampuran telah selesai, maka cairan akan dipompa untuk dilewatkan ke proses selanjutnya.

Robert H. Goddard

Barusan saya membaca sebuah web yang menarik yaitu zenpencils.com. Pada website ini, biasanya quotes orang-orang terkenal dari seluruh dunia dijadikan kartun. Ilustrasi-ilustrasi yang ditampilkan sangat beragam dan memanjakan mata.

Tanpa sengaja, saya melihat quotes dari Robert H. Goddard. Siapakah dia? Ternyata bapak ini dianggap sebagai Bapak dari Roket Modern (father of modern rocketry). Di kartun tersebut, diceritakan Goddard di malam hari saat berusia 17 tahun memanjat sebuah pohon ceri sambil melihat bulan di angkasa. Ia sangat terpana dan ingin sekali membuat kendaraan yang bisa mencapai ruang angkasa, khususnya ke bulan (mungkin pengen ketemu alien-alien.. hehe)

(<>.<>)

Sejak saat itu ia mulai mencurahkan segenap jiwa raga dan pikirannya untuk mengembangkan kemampuannya di bidang roket. Walaupun banyak yang mencemoohnya karena banyak yang tidak percaya ada kendaraan yang bisa menembus ruang angkasa, ia tetap tidak menyerah. Ia percaya manusia bisa mencapai bulan.

Goddard telah banyak mencoba mendesain roket yang mampu terbang ke luar angkasa, namun sayangnya roket yang terakhir dibangunnya hanya bisa mencapai ketinggian 2.7 km, sebelum ia meninggal dunia di tahun 1945. Walaupun telah meninggal dunia, ia menyisakan 200 paten tentang teknologi roket. Dengan teknologi itulah, ilmuwan-ilmuwan selanjutnya bisa mengembangkan roket hingga bisa diterbangkan ke bulan. Setelah bertahun-tahun kematiannya, akhirnya mimpinya bahwa manusia bisa mencapai bulan terbukti!

804332_12536451-prn01_lz

*sumber : http://zenpencils.com/comic/64-robert-h-goddard-the-rocket-man/

 

CITA-ITB

LOGO CITA BARU

CITA? Mungkin bagi sebagian orang bakal bertanya-tanya, itu nama apa sih..

Apa nama judul lagu seperti yang dinyanyikan salah satu band “metal” Indonesia (d’bag*ndas)?

Ngga ko, ngga sealay itu juga.. haha

CITA-ITB itu singkatan dari Center for Instrumentation Technology and Automation. (waduh, beraat..) Ini merupakan lembaga ITB yang bidangnya mengurusi hal-hal yang berbau instrumentasi, kontrol, dan otomasi.

Instrumentasi itu maksudnya pengukuran besaran-besaran tertentu. Kalau di industri, ada 4 besaran penting yang harus diukur yaitu tekanan, temperatur, flow, dan ketinggian. Dari besaran-besaran yang terukur itu, kemudian kita bisa melakukan tindakan agar besaran-besaran tersebut sesuai yang diinginkan (dikontrol). Supaya pengontrolannya berjalan baik, biasanya dilakukan otomasi (jadi langsung mesin yang bekerja, manusianya cuma ngecek-ngecek aja 😀 ). Itu baru yang buat proses di industri, belum lagi yang lain seperti robotik. Pokoknya menarik lah.

Hajimemashite

Halo, salam kenal.

Saya seorang mahasiswa teknik yang sedang berada di semester akhir perkuliahan.

Yap, ini kali pertama saya menulis di blog ini. Pengalaman saya yang mendapatkan cerita, ilmu, dan hal-hal menarik lainnya lewat blog orang lain, menginspirasi saya untuk menulis blog juga. Inginnya berbagi ilmu, mulai dari yang diajarkan di kampus saya sampai yang didapatkan secara tidak langsung 😀

So, ditunggu ya!