Papua (?)

Kali ini saya ingin membahas tentang Papua setelah sebelumnya saya merasa “tertohok” saat menonton film Jungle Child. Seperti yang saya tulis pada artikel sebelumnya, film Jungle Child bercerita tentang seorang gadis muda Jerman yang hidup di tengah hutan di Papua. Melalui film itu saya bisa belajar adat budaya masyarakat Papua dan hal tersebut saya sesalkan. Saya mengerti kehidupan  saudara sebangsa saya  melalui bangsa asing.

tratan2

Sebagai permulaan, mari kita tilik dulu arti kata papua. Dari paper berjudul On The Origin of The Name Papua karangan J.H.F Sollewijn, Papua dulunya ditemukan pelaut Spanyol Ynigo Ortis de Retez dan dinamakan “Neuva Guinnea” karena adanya kemiripan fisik penduduk disana dengan penduduk di Teluk Guinea, Afrika Barat.  Kata papua sendiri berasal dari kata “puah-puah” yang berarti  rambut keriting. Kata ini untuk menggambarkan penduduk dari Neuva Guinnea. Kemungkinan kata papua berasal dari bahasa Melayu yang digunakan penduduk Maluku Utara. Saat Belanda menguasai Nueva Guinnea Barat, Belanda menggunakan kata Papua sebagai nama resmi pulau itu. Sejak saat itulah hingga Indonesia mengambil alih, nama Papua selalu digunakan.

Setelah Indonesia merdeka dan Papua berhasil diselamatkan tentara RI, pada Konferensi Malino pada tahun 1964, Frans Kaisiepo, seorang pahlawan nasional Indonesia asal Papua yang sempat juga menjadi Gubernur Papua, mengusulkan nama Iryan.  Hal ini disebabkan penduduk disana tidak menyukai kata papua karena dianggap terlalu merendahkan ( papua tidak hanya diartikan keriting tetapi juga hitam, budak, dan penjahat). Kata Iryan berasal dari bahasa Biak yang artinya “membangkitkan” (to rise), ada juga yang mengartikan “sinar menghalau kabut”. Kata irian ini juga bisa diartikan terdiri dari dua kata yaitu Iri dan Ryan yang berarti tanah panas. Presiden Soekarno pada masa itu memopulerkan kata Irian sebagai singkatan “Ikut Republik Anti Netherland”. Sempat menjadi Irian Barat berganti menjadi Irian Jaya pada masa Soeharto, namun akhirnya kembali lagi menjadi Papua pada masa pemerintahan Gus Dur. Gus Dur mengaku mengganti nama tersebut tanpa tekanan dan beralasan bahwa kata Irian berasal dari bahasa Arab yang berarti “telanjang”. Lalu pada zaman Megawati dengan melanggar UU Otonomi Khusus Papua, Papua dibagi menjadi 2 provinsi yaitu Papua dan Papua Barat.

Jika kita melihat sejarah perjalanan Papua/ Irian hingga kini, Papua awalnya masuk wilayah Kesultanan Tidore. Selanjutnya dijajah Portugal pada tahun 1526 dan berganti Spanyol pada tahun 1546. Selanjutnya saya masih belum jelas kenapa Papua bisa kembali dikuasai Tidore. Namun yang pasti pada tahun 1828, Belanda melalui gubernurnya di Maluku membangun benteng Fort du Bus di Teluk Triton daerah Lobo (Papua) yang bertujuan untuk menghadang kapal Inggris yang ingin datang ikut menjajah. Itu awal mula Belanda di Papua. Setelah Tidore menyerah pada Belanda di tahun 1872, Belanda dapat dengan bebas melebarkan sayap penjajahannya. Pada tahun 1898 Belanda kembali ke Papua dan menguasai hingga tahun 1949.

Pada tahun 1949, Indonesia melakukan perundingan dengan Belanda dalam Konferensi Meja Bundar (KMB). Namun berdasarkan hasil konferensi, Papua/ Irian Barat masih belum bisa diserahkan ke Republik Indonesia Serikat saat itu. Selanjutnya keadaan semakin memanas. Presiden Soekarno merasa terancam dengan gerak-gerik Belanda di Papua yang akan memunculkan sebuah negara boneka di Papua. Hal ini dikarenakan Soekarno mengetahui bahwa pada tanggal 1 Desember 1961 telah disetujui dan akan dilakukan persiapan deklarasi Papua Barat merdeka. Soekarno geram mendengar hal tersebut. Kemudian pada tanggal 19 Desember 1961 dikeluarkan TRIKORA oleh Presiden Soekarno. Tujuan utama TRIKORA adalah menggagalkan pembentukan negara boneka Papua oleh Belanda. Pasukan TNI AD yang ditugaskan menggagalkan pembentukan negara boneka Papua tersebut dipimpin Mayjend. Soeharto selaku Panglima Komando Mandala. Dengan berbagai operasi militer yang dilakukan, akhirnya bendera merah putih dapat dikibarkan di Papua.

Untuk menjembatani penyelesaian sengketa Papua Barat antara Indonesia dan Belanda, Amerika Serikat menginisiasi New York Agreement pada tahun 1962. Hasil New York Agreement adalah Papua Barat sementara akan diawasi PBB melalui UNTEA untuk berikutnya dilakukan Pepera. Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) diselenggarakan pada tahun 1969 untuk memutuskan sikap rakyat Papua, apakah merdeka, bergabung dengan Indonesia, atau Belanda. Dari hasil Pepera, Papua bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Referensi:

On The Origin of The Name Papua oleh J.H.F. Sollewun Gelpke tahun1992. (http://www.papuaweb.org/dlib/bk1/kitlv/bki/gelpke-1993.pdf)
Twit Ridwansyah Yusuf Ahmad dalam Diskusi Tentang Papua dan Pemutaran Film Alkinemokiye tanggal 24 Februari 2013 (http://chirpstory.com/li/56587)
Hasil dari New York Agreement tahun 1962 (http://en.wikipedia.org/wiki/New_York_Agreement)
Sejarah Konferensi Meja Bundar (http://indonesiaindonesia.com/f/101663-sejarah-konferensi-meja-bundar-kmb/)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s