P & ID

Piping and Instrumentation Diagram (P&ID) merupakan gambaran teknis dari sebuah proses industri.  Sesuai namanya, pada P&ID digambarkan jalur perjalanan proses yang terjadi pada suatu pabrik lengkap dengan unit operasi dan  perangkat instrumentasinya. Unit operasi itu bisa saja berupa tangki, kolom distilasi, recuperator, dan sebagainya. Dari P&ID inipun bisa diketahui metode kontrol yang digunakan pada unit operasi tersebut. Bahkan jika cukup jeli, kita bisa mengetahui safety dari pabrik tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa P &ID adalah operating manual  dari sebuah pabrik. Jadi, bisa dibayangkan ya betapa powerful nya kalau kita mengerti P&ID.. 😀

Untuk membuat P&ID pun ada acuannya, yaitu standar internasional ISA seri 5.1. Hal ini bertujuan agar penggambaran menjadi seragam dan bisa dimengerti siapapun.

Contoh P&ID

Gambar diatas merupakan sebuah contoh P&ID yang saya dapatkan dari slide kuliah. Jika dilihat sekilas, P&ID ini menggambarkan proses pencampuran dua cairan/fluida. Pencampuran itu dilakukan dalam sebuah tangki reaktor (mixed batch reactor).

Nah, kini mari kita telusuri lebih dalam lagi 😀
Pada gambar ada 2 buah cairan A dan B, kedua cairan ini bisa saja berbeda temperatur atau berbeda densitas (mungkin minyak dan air). Pada garis A terlihat  2 garis vertikal pendek, nah itu simbol orifice (sejenis flowmeter). Dari orifice akan terukur beda tekanan antara sebelum dan sesudah melewati orifice (upstream dan downstream) dan dari data itu bisa didapatkan kecepatan aliran  A.

FT menyatakan flow transmitter yang mengirimkan sinyal hasil pengukuran flow ke FY (bisa berupa I/P converter) dan sinyal diteruskan ke FIC (flow indicator controller). Berdasarkan data kecepatan aliran tersebut, FIC akan mengontrol seberapa besar bukaan yang pas untuk control valve. Jika kecepatan aliran terlalu tinggi, maka bukaan valve akan diperkecil agar fluida yang masuk ke tangki debitnya tidak terlalu besar. Sebaliknya jika kecepatan aliran terlalu rendah, bukaan valve akan diperbesar. Proses yang terjadi pada cairan B kurang lebih sama.

Setelah masuk ke dalam tangki, kedua cairan akan diaduk menggunakan agitator (yang mirip baling-baling). Apabila pencampuran telah selesai, maka cairan akan dipompa untuk dilewatkan ke proses selanjutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s